Sabtu, 07 Juni 2014

Puisi Kontemporer

Karya sastra kontemporer berkembang dalam bentuk prosa, drama, dan puisi. Karya sastra kontemporer adalah karya sastra yang inkonvensional atau menyimpang dari pada karya sastra pada umumnya. Puisi kontemporer berarti puisi yang dibuat dan diterbitkan pada awal tahun 70an hingga sekarang. Bentuk puisi kontemporer menyimpang dari puisi-puisi pada umunya dan tentunya cara memahami makna puisinya pun berbeda.
Puisi kontemporer memiliki ciri-ciri sebagau berikut:
  1. Tipografi puisi unik
  2. Penulisan kata, baris, dan bait menyimpang dari penulisan puisi-puisi
  3. Terjadi kemacetan bunyi
  4. Menggunakan ungkapan yang inkonvensional
  5. Memerhatikan kemerduan bunyi
  6. Banyak pengulangan kata, frasa, atau kelompok kata
  7. Kadang-kadang mencampuradukkan kata atau kalimat bahasa Indonesia dengan kata atau kalimat bahas asing atau bahasa daerah
Puisi kontemporer terbagi atas tiga jenis, yaitu:
  1. Puisi mantra
    Merupakan puisi yang menggunakan bentuk mantra
  2. Puisi mbeling
    Merupakan puisi yang bersifat kelakar (lucu), berisi kritik sosial, dan ejekan terhadap sikap penyair yang serius dalan menghadapi puisi
  3. Puisi konkrit
    Merupakan puisi yang mementingkan bentuk grafis dan bentuknya mirip gambar


Sumber : catatan MAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar