Kado Perkawinan
Oleh: Mayra Rain
Seperti hati yang ku miliki ini, ku tau takkan pernah dapat mencintaimu seperti hatimu mencintaiku. Tapi, terimakasih yang teramat tulus untuk kepingan putih dan bersih yang kau berikan karena rasa itu masih sama dan akan selalu begitu aku mencintaimu bukan karena apapun yang ada padamu. Tapi karena cinta yang kau beri,,, Dec, 19 2010
Waktu sudah jauh berlalu. Setahun sudah mengenalmu lebih dari apapun yang aku tahu dulu. Mengenalmu jauh lebih dalam, mengenal rasa cinta yang sesungguhnya. Mengenal kamu pas baru bangun tidur, mengenal kamu pas belum sikat gigi, mengenal kamu yang belum mandi, semua sudah aku jalani.
Namun perjalanan ini belum selesai. Setahun sudah ijab-kabul itu terucap. Kujalani hari sebagai istri dan ibu, serta tetek bengek menjadi istri. Perasaan indah seperti dulu pun nyaris terlupakan, kawan ternyata perkawinan teramat indah dari apa yang aku pikirkan, selalu sakral dan sangat suci untuk sekedar dijalani tanpa kata saat marah. Tapi juga perkawinan adalah sesuatu yang indah yang saat ini aku jalani.
Aku tidak menyesali apapun yang sudah menjadi keputusanku selama ini. Aku sudah memilihmu menjadi teman hidupku sampai ajal memanggil. Pengalaman ini akan selalu menjadi guru untukku. Menjadi istri, ibu sekaligus mahasiswi begitu berat tanpa dukungan darimu. Aku benar-benar bahagia keputusan memilihmu itu benar. Bukan kebetulan aku mengenalmu, bukan kebetulan juga aku menikah denganmu. Takdir.
Ternyata benar saat kita menjalani pernikahan, menjadi seorang istri, ibu yang punya tanggung jawab besar, maka cinta bukan segalanya. Melainkan komitmen. Komitmen untuk saling terbuka dalam segala hal. Sebuah komitmen untuk saling berbagi duka dan suka. Komitmen kita untuk saling mengisi kelebihan dan kekurangan kita. Tapi jelas semua tak semudah bicara dan membalikkan telapak tangan.
Aku sedang menata kehidupan rumah tanggaku. Masih dalam rangka bulan madu. Semua masih terasa manis seperti madu dan aku selalu berharap akan terus begini. Cinta ini akan terus semanis madu.
Perkawinan mengajarkan banyak hal, bahwa tak semua keinginan kita bisa terpenuhi, belajar sabar untuk semua keinginan, belajar sabar untuk semua kemauan yang tak terpenuhi, sabar jika akhirnya kita tahu bahwa dia tak sesempurna yang kita pikir dulu.
Kadang aku merasa aku sendiri, aku putus ada. Ketika aku sadari bahwa menjadi istri, ibu dan mahasiswi itu sangat-sangat berat. Tapi satu kali lagi, mungkin untuk yang terakhir aku ingin mereka percaya bahwa jalan ini benar. Pernikahanku bukan halangan untuk menjalani masa depan yang lebih baik.
Untuk pernikahan yang telah kujalani setahu. Aku sudah berusaha untuk berikan yang terbaik, untukmu, untuk kindi, untuk semua. Semoga Allah mau memberikan yang terbaik pula untuk semua pengorbanan yang ikhlas ini. Lagi-lagi bukan cinta yang seperti dulu namun komitmenku. Untuk dirimulah aku dilahirkan.
Adalah menakjubkan bahwa aku merindukanmu. Kutanya perihal kamu pada setiap orang yang kutemui padahal kamu bersamaku. Mataku selalu mencarimu, padahal kamu ada dipelupuk mataku. Hatiku merindukanmu, padahal kamu berada diantara tulang rusukku.
Banda Aceh, 19 Dec 2009-2010
TABARRUJ
"Jangan berlebihan dalam berhias ya.." dalam QS. Al-Ahzab : 33 "..dan janganlah kamu berhias seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.."
Dalil lengkapnya:
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu, dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasulnya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."
PUNUK UNTA
"Jangan meninggikan sanggulan rambut.." dalam HR. Muslim : 2129 "...dan kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga.."
Dalil lengkapnya:
"Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian."
KAOS KAKI
"Pakai kaos kaki ya, karena kakimu termasuk aurat juga" dalam HR. Abu Dawud : 4140 "Aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan"
Dalil lengkapnya:
"Aisyah Radhiyallahu Anha meriwayatkan, suatu waktu Asma' binti Abu Bakar datang menemui Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wasallam dengan pakaian tipis. Tatkala melihatnya, Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wasallam memalingkan wajahnya dari Asma', lalu bersabda: "Wahai Asma', Sesungguhnya wanita apabila telah baligh, tidak boleh dilihat darinya kecuali ini dan ini (beliau menunjukkan ke wajah dan telapak tangannya)."
JILBAB
"Pakaian longgar, tebal dan tidak membentuk lekuk tubuh" dalam QS. Al-Ahzab : 59 "...Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka..."
Dalil lengkapnya:
"Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, :Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampuan lagi Maha Penyayang."
KHIMAR
"Menutupi dada dan tidak transparan" dalam QS. An-Nur : 31 "...Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya..."
Dalil lengkapnya:
"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) tampak dari padanya, Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka atau wanita-wanita islam, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."